Berita Utama
  • Menkeu: Kita Harus Siap Jadi Negara Besar

    Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar ke-16 di dunia.

  • Penyerapan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga Baru Mencapai 51.6%

    Akhir triwulan III, penyerapan Anggran kementerian negara/lembaga baru mencapai 51.6%Liputan Lokakarya Standar Akuntansi Pemerintahan dan Statistik Keuangan Pemerintah

  • Korea Berbagi Pengalaman Manajemen Keuangan Publik Kepada Indonesia

    Liputan Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Tahun 2012 Jakarta, perbendaharaan.go.id – Wakil Presiden RI Boediono membuka gelaran Rapat Kerja Nasional Liputan Knowledge Sharing Program (KSP) Regional Seminar in Asia Nusa dua, Bali,

  • Indonesia Beradaptasi dengan Penerapan Statistik Keuangan Pemerintah

    Liputan Lokakarya Standar Akuntansi Pemerintahan dan Statistik Keuangan Pemerintah

  • Finalisasi Aplikasi DIPA TA 2013 Melalui Sinergi DJA Dan Ditjen PBN

    Liputan Uji Coba Jaringan Komunikasi Untuk Aplikasi DIPA TA 2013 di Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I Yogyakarta

  • Rapimtas Ditjen Perbendaharaan Bahas Isu Strategis Terkini

    Liputan Pembukaan Rapimtas Ditjen Perbendaharaan Jakarta, perbendaharaan.go.id – Direktorat Jenderal Perbendaharaan rencananya akan membatasi jumlah Surat Perintah Membayar (SPM) yang diajukan satuan kerja ke KPPN pada akhir tahun anggaran ini.

Wisata, Budaya, Seni Melayu Kepri
Layanan Pengaduan
Polling
Apakah Saudara Puas dengan Pelayanan KPPN Tanjung Pinang Terkini
 
Customer Service
Registrasi
Tautan
KPPN Batam
Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Batam
KPPN Rengat
Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Rengat
KPPN Dumai
Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Dumai
Kanwil Perbendaharaan Provinsi Riau
Kantor Wilayah Perbendaharaan Provinsi Riau
Provinsi Kepulauan Riau
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau

Tuesday, 28 Jamadil Awal 1434

Jakarta - Open Budget Index (OBI) 2012 yang diluncurkan oleh International Budget Partnership (IBP) dan FITRA (Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran) pada tanggal 23 Januari 2013 menunjukan peningkatan Indeks Transparansi Anggaran di Indonesia. Indonesia patut berbangga karena tidak hanya OBI yang meningkat tajam dari skor 51 (tahun 2010) menjadi 62 (tahun 2012). Kenaikan skor ini menunjukan bahwa transparansi anggaran Indonesia berada di kategori kedua dalam hal penyediaan informasi anggaran secara substansial. Hasil survei tersebut mendudukan Indonesia meraih nilai OBI tertinggi di wilayah Asia Tenggara dan terbaik kedua di kawasan Asia (setelah Korea Selatan).

Last Updated ( Tuesday, 28 Jamadil Awal 1434 14:17 )

Read more...

 
Wednesday, 09 Rabi'ul Akhir 1434

Jakarta - Sebagai pedoman dalam menyelenggarakan kegiatan publik masing-masing Kementerian/Lembaga (K/L) menyusun Rencana Kerja Anggaran Kementerian Lembaga (RKA-KL) yang berlaku untuk satu tahun anggaran. RKA-KL Tahun 2013 telah ditelaah oleh penelaah dari Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) bersama penelaah dari masing-masing K/L pada tanggal 30 Oktober - 8 November 2012.

Dalam praktiknya, ditemukan berbagai permasalahan maupun kendala dalam proses penelaahan RKA-KL yang harus dihadapi para penelaah. Untuk mengetahui lebih dalam permasalahan dan suka duka para penelaah, Dirjen Anggaran mengumpulkan seluruh penelaah DJA di Auditorium Dhanapala (11/12). Acara ini dihadiri oleh para pejabat maupun pegawai yang terlibat dalam proses penelaahan.

Read more...

 
Wednesday, 09 Rabi'ul Akhir 1434

Jakarta - Tak kurang dari 300 orang hadir dalam workshop standar biaya yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) di Auditorium Dhanapala kompleks Kementerian Keuangan, Jl. Wahidin Raya No. 1 Jakpus (13/12). Acara yang bertajuk "Penguatan Peran K/L dalam Pelaksanaan PBB (Performance Based Budgeting) melalui Pengembangan Kebijakan Standar Biaya". Selain dihadiri perwakilan dari setiap Kementerian/Lembaga, juga dihadiri perwakilan setiap unit eselon 4 di lingkungan DJA, World Bank, IMF dan AIPEG. Narasumber dalam acara tersebut adalah Konsultan Standar Biaya Dr. Nunuy Nur Afiah, Direktur Sistem Penganggaran Rakhmat serta Kasubdit Standar Biaya Langgeng Suwito.

Last Updated ( Wednesday, 09 Rabi'ul Akhir 1434 16:27 )

Read more...

 
Wednesday, 09 Rabi'ul Akhir 1434

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2013 ini memiliki nuansa khusus bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Desain babak akhir dari arah kebijakan dan pembangunan ekonomi pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) periode 2010-2014 mulai digambarkan. Kebutuhan dana untuk persiapan Pemilihan Umum yang akan diselenggarakan pada tahun 2014 pun mulai dianggarkan dalam APBN 2013. Di lain pihak, tuntutan dan harapan masyarakat terhadap keberhasilan pembangunan dan hasil-hasilnya agar dapat dirasakan dan dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat juga menjadi semakin meluas dan membesar. Dalam kondisi seperti itu, peranan dan kontribusi APBN yang dicerminkan dari alokasi kegiatan dan program dalam rangka mewujudkan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat menjadi sangat krusial. Kuncinya terletak pada bagaimana sumber daya yang terbatas dapat dikelola sedemikian rupa untuk dapat memenuhi kebutuhan yang kompleks dengan hasil yang berkualitas tinggi.


Last Updated ( Thursday, 10 Rabi'ul Akhir 1434 11:37 )

Read more...

 
Monday, 12 Muharram 1434

Jakarta - Dalam rangka persiapan penyerahan DIPA 2013 di daerah, Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) mengundang beberapa perwakilan dari Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) seluruh Indonesia untuk melaksanakan rapat koordinasi. Bertempat di Gedung Dhanapala, Jalan Wahidin Raya, Senin (19/11/2012), Tim Kanwil DJPb dan Tim DJA yang akan bertugas dalam penyerahan DIPA dipertemukan sebagai upaya menyatukan persepsi. Acara yang bertema Rapat Koordinasi Persiapan Penyerahan DIPA tahun 2013 tersebut dihadiri pula oleh Sekretaris Ditjen Anggaran, Sekretaris Ditjen Perbendaharaan dan Direktur Sistem Penganggaran.


Last Updated ( Thursday, 22 Muharram 1434 15:38 )

Read more...

 
Ajakan Anti Korupsi
Please update your Flash Player to view content.
APLIKASI 2014
I'm Here
Pengunjung Web
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday43
mod_vvisit_counterYesterday872
mod_vvisit_counterThis week5961
mod_vvisit_counterLast week3656
mod_vvisit_counterThis month10900
mod_vvisit_counterLast month124260
mod_vvisit_counterAll days364648

We have: 12 guests online
Your IP: 23.20.20.195
 , 
Today: Apr 18, 2014
Lagi Online
We have 12 guests online
Gurindam Melayu Klasik

GURINDAM DUA BELAS

karya: Raja Ali Haji

Satu

Ini Gurindam pasal yang pertama:

Barang siapa tiada memegang agama,
Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.
Barang siapa mengenal yang empat,
Maka ia itulah orang yang ma’rifat
Barang siapa mengenal Allah,
Suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.
Barang siapa mengenal diri,
Maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri.
Barang siapa mengenal dunia,
Tahulah ia barang yang teperdaya.
Barang siapa mengenal akhirat,
Tahulah ia dunia mudarat.

Dua

Ini Gurindam pasal yang kedua:

Barang siapa mengenal yang tersebut,
Tahulah ia makna takut.
Barang siapa meninggalkan sembahyang,
Seperti rumah tiada bertiang.
Barang siapa meninggalkan puasa,
Tidaklah mendapat dua termasa.
Barang siapa meninggalkan zakat,
Tiadalah hartanya beroleh berkat.
Barang siapa meninggalkan haji,
Tiadalah ia menyempurnakan janji.

Tiga

Ini Gurindam pasal yang ketiga:

Apabila terpelihara mata,
Sedikitlah cita-cita.
Apabila terpelihara kuping,
Khabar yang jahat tiadaiah damping.
Apabila terpelihara lidah,
Niscaya dapat daripadanya paedah.
Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
Daripada segala berat dan ringan.
Apabila perut terlalu penuh,
Keluarlah fi’il yang tiada senonoh.
Anggota tengah hendaklah ingat,
Di situlah banyak orang yang hilang semangat
Hendaklah peliharakan kaki,
Daripada berjaian yang membawa rugi.

 

Empat

Ini Gurindam pasal yang keempat:

Hati itu kerajaan di daiam tubuh,
Jikalau zalim segala anggotapun rubuh.
Apabila dengki sudah bertanah,
Datanglah daripadanya beberapa anak panah.
Mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
Di situlah banyak orang yang tergelincir.
Pekerjaan marah jangan dibela,
Nanti hilang akal di kepala.
Jika sedikitpun berbuat bohong,
Boleh diumpamakan mulutnya itu pekung.
Tanda orang yang amat celaka,
Aib dirinya tiada ia sangka.
Bakhil jangan diberi singgah,
Itulah perampok yang amat gagah.
Barang siapa yang sudah besar,
Janganlah kelakuannya membuat kasar.
Barang siapa perkataan kotor,
Mulutnya itu umpama ketor.
Di mana tahu salah diri,
Jika tidak orang lain yang berperi.

Lima

Ini Gurindam pasal yang kelima:

Jika hendak mengenai orang berbangsa,
Lihat kepada budi dan bahasa,
Jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
Sangat memeliharakan yang sia-sia.
Jika hendak mengenal orang mulia,
Lihatlah kepada kelakuan dia.
Jika hendak mengenal orang yang berilmu,
Bertanya dan belajar tiadalah jemu.
Jika hendak mengenal orang yang berakal,
Di dalam dunia mengambil bekal.
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai,
Lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.

Enam

Ini Gurindam pasal yang keenam:

Cahari olehmu akan sahabat,
Yang boleh dijadikan obat.
Cahari olehmu akan guru,
Yang boleh tahukan tiap seteru.
Cahari olehmu akan isteri,
Yang boleh dimenyerahkan diri.
Cahari olehmu akan kawan,
Pilih segala orang yang setiawan.
Cahari olehmu akan ‘abdi,
Yang ada baik sedikit budi,

Tujuh

Ini Gurindam pasal yang ketujuh:

Apabila banyak berkata-kata,
Di situlah jalan masuk dusta.
Apabila banyak berlebih-lebihan suka,
Itulah landa hampirkan duka.
Apabila kita kurang siasat,
Itulah tanda pekerjaan hendak sesat.
Apabila anak tidak dilatih,
Jika besar bapanya letih.
Apabila banyak mencela orang,
Itulah tanda dirinya kurang.
Apabila orang yang banyak tidur,
Sia-sia sahajalah umur.
Apabila mendengar akan khabar,
Menerimanya itu hendaklah sabar.
Apabila menengar akan aduan,
Membicarakannya itu hendaklah cemburuan.
Apabila perkataan yang lemah-lembut,
Lekaslah segala orang mengikut.
Apabila perkataan yang amat kasar,
Lekaslah orang sekalian gusar.
Apabila pekerjaan yang amat benar,
Tidak boleh orang berbuat honar.

Delapan

Ini Gurindam pasal yang kedelapan:

Barang siapa khianat akan dirinya,
Apalagi kepada lainnya.
Kepada dirinya ia aniaya,
Orang itu jangan engkau percaya.
Lidah yang suka membenarkan dirinya,
Daripada yang lain dapat kesalahannya.
Daripada memuji diri hendaklah sabar,
Biar dan pada orang datangnya khabar.
Orang yang suka menampakkan jasa,
Setengah daripada syirik mengaku kuasa.
Kejahatan diri sembunyikan,
Kebaikan diri diamkan.
Keaiban orang jangan dibuka,
Keaiban diri hendaklah sangka.

Sembilan

Ini Gurindam pasal yang kesembilan:

Tahu pekerjaan tak baik, tetapi dikerjakan,
Bukannya manusia yaituiah syaitan.
Kejahatan seorang perempuan tua,
Itulah iblis punya penggawa.
Kepada segaia hamba-hamba raja,
Di situlah syaitan tempatnya manja.
Kebanyakan orang yang muda-muda,
Di situlah syaitan tempat bergoda.
Perkumpulan laki-laki dengan perempuan,
Di situlah syaitan punya jamuan.
Adapun orang tua yang hemat,
Syaitan tak suka membuat sahabat
Jika orang muda kuat berguru,
Dengan syaitan jadi berseteru.

Sepuluh

Ini Gurindam pasal yang kesepuluh:

Dengan bapa jangan durhaka,
Supaya Allah tidak murka.
Dengan ibu hendaklah hormat,
Supaya badan dapat selamat.
Dengan anak janganlah lalai,
Supaya boleh naik ke tengah balai.
Dengan kawan hendaklah adil,

Supaya tangannya jadi kapil.

Sebelas

Ini Gurindam pasal yang kesebelas:

Hendaklah berjasa,
Kepada yang sebangsa.
Hendaklah jadi kepala,
Buang perangai yang cela.
Hendaklah memegang amanat,
Buanglah khianat.
Hendak marah,
Dahulukan hujjah.
Hendak dimalui,
Jangan memalui.
Hendak ramai,
Murahkan perangai.

Duabelas

Ini Gurindam pasal yang kedua belas:

Raja mufakat dengan menteri,
Seperti kebun berpagarkan duri.
Betul hati kepada raja,
Tanda jadi sebarang kerja.
Hukum ‘adil atas rakyat,
Tanda raja beroleh ‘inayat.
Kasihkan orang yang berilmu,
Tanda rahmat atas dirimu.
Hormat akan orang yang pandai,
Tanda mengenal kasa dan cindai.
Ingatkan dirinya mati,
Itulah asal berbuat bakti.
Akhirat itu terlalu nyata,
Kepada hati yang tidak buta.

Tamatlah Gurindam yang duabelas pasal yaitu karangan kita Raja Ali Haji pada tahun Hijrah Nabi kita seribu dua ratus enam puluh tiga likur hari bulan Rajab Selasa jam pukul lima, Negeri Riau, Pulau Penyengat.

Keterangan :

Bakhil ; kikir atau pelit

Balai : rumah tempat menanti raja (di antara kediaman raja-raja)

Bachri : hal mengenai lautan (luas)

Berperi : berkata-kata

Cindai : kain sutra yang berbunga-bunga

Damping : dekat, karib, atau akrab

Fi’il : tingkah laku, perbuatan

Hujjah : tanda, bukti, atau alasan

Inayat : pertolongan atau bantuan

Kafill : majikan atau orang yang menanggung kerja

Kasa : kain putih yang halus

Ketor : tempat ludah (ketika makan sirih), peludahan

Ma’rifat : tingkat penyerahan diri kepada Tuhan yang setahap demi setahap sampai pada tingkat keyakinan           yang kuat

Menyalah : melakukan kesalahan

Mudarat : sesuatu yang tidak menguntungkan atau tidak berguna

Pekong (pekung) penyakit kulit yang berbau busuk

Penggawa : kepala pasukan, kepala desa

Perangai : sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan perbuatan

Senonoh : perkataan, perbuatan, atau penampilan yang tidak patut (tidak sopan)

Tegah : menghentikan

Teperdaya : tertipu

Termasa : tamasya